Contoh Soal Psikotes

advertisement

Contoh Soal Psikotes

Banyak perusahaan yang mengadakan psikotes untuk proses seleksi karyawan. Dengan psikotes ini diharapkan perusahaan mendapatkan karyawan dengan karakter yang sesuai dengan apa yang dicari perusahaan. Adapun soal dalam psikotes mencakup tes logika matematika, tes logika penalaran, tes verbal, dan sebagainya.

advertisement

Psikotes dalam menjaring karyawan tak cuma sekedar memilih jawaban pilihan ganda. Banyak soal yang kelihatannya mudah, tapi bisa jadi itu malah bikin salah menjawab. Meski soal tampak sederhana, tapi perlu ketelitian. Selain itu, hal penting lainnya yaitu manajemen waktu. Peserta tes harus mampu mengatur waktu dalam menjawab soal agar seluruh soal bisa dikerjakan sebelum waktu tes berakhir.

Berikut ini beberapa jenis soal psikotes (tes psikologi).

Tes verbal
Soal tes verbal dalam psikotes berupa antonim (perlawanan kata), sinonim (padanan kata), atau analogi kata tertentu. Bagi yang pernah mengikuti tes potensi akademik, pasti tidak asing dengan jenis soal seperti ini. Pada soal antonim dan sinonim memang peserta dituntut untuk hafal kosakata tertentu.

Tes analogi

Perhatikan contoh soal analogi berikut ini! Kira-kira apa jawabannya?

KAMBING : RUMPUT
A. suami : istri
B. mobil : bensin
C. bumi : matahari
D. harimau : daging

Untuk menjawab seperti ini, Anda perlu mengetahui hubungan kedua kata pada soal. Dalam hal ini, apa hubungan kambing sama rumput? Kambing makan rumput. Pilih pilihan jawaban sejenis dengan ini. Pilihan A tidak mungkin. Pilihan B kurang tepat, karena mobil bukan makan bensin. Jawaban yang tepat adalah D.

Perhatikan lagi soal di bawah ini!

SEPATU : KAKI
A. sapu : tangan
B. besi : logam
C. cincin : jari
D. meter : panjang

Untuk soal antonim dan sinonim ini sebenarnya untuk menguji kosakata peserta. Coba cari soal psikotes sinonim dan antonim sebanyak-banyaknya beserta jawabannya kemudian dihafalkan soal dan jawabannya, barangkali ada soal seperti itu yang keluar. Satu lagi, jangan sampai terbalik, yang seharusnya soal antonim tapi memilih jawabannya yang sinonimnya, dan sebaliknya.

Tes Logika Penalaran
Pada tes ini, peserta dihadapkan soal yang pemecahannya menggunakan logika. Dalam tes ini, kemampuan peserta berpikir secara nalar diuji. Untuk menjawab soal semacam ini sebenarnya tak perlu rumus tertentu, tinggal jawab sesuai logika.

Contoh soal logika penalaran:
Semua petani adalah pekerja keras. Pak Jono bukan petani.
A. Pak Jono bukan pekerja keras.
B. Pak Jono adalah pekerja keras.
C. Meski bukan petani, Pak Jono adalah pekerja keras.
D. Tidak dapat ditarik kesimpulan.

Premis pertama mengatakan kalau semua petani adalah pekerja keras. Sedangkan pada premis kedua mengatakan bahwa Pak Jono bukan petani. Dalam hal ini, Pak Jono tidak termasuk anggota golongan pada premis pertama sehingga kedua premis tersebut tidak dapat ditarik kesimpulan.

Agar lebih jelas, perhatikan lagi contoh soal berikut.
Semua burung berkaki dua. Merak termasuk burung.
A. Meski termasuk burung, Merak tidak berkaki dua.
B. Merak berkaki dua.
C. Merak tidak berkaki dua.
D. Tidak dapat ditarik kesimpulan.

Kalau soal yang kedua ini jelas sekali bukan? Jawabannya adalah B. Penalaran logika semacam ini bisa dijumpai dalam mapel matematika bab logika matematika, pada pembahasan silogisme.

Selain seperi di atas, ada pula tes logika penalaran yang berupa gambar, yang terdiri dari deret gambar atau pola tertentu. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh berikut.

tes penalaran

Kira-kira bentuk mana yang paling cocok untuk mengisi deret ketiga pada baris ketiga di atas? Kuncinya ada pada baris pertama dan kedua. Jika kita melihat deret terakhir pada baris pertama dan kedua, segitiga besar tersebut bisa dibentuk dari segitiga kecil yang ada pada deret pertama dan kedua. Dengan kata lain, deret ketiga adalah penggabungan bangun dalam segi empat yang ada di deret pertama dan kedua sehingga dapat ditarik kesimpulan jawaban dari soal di atas adalah nomor 8.

Tes Logika Aritmatika
Dalam tes ini, peserta disuguhkan deret angka. Tugas peserta adalah menjawab angka selanjutnya berdasarkan pola deret tersebut. Agar menjawab soal semacam ini dengan tepat, jangan cuma melihat 2-3 angka saja, coba perhatikan seluruh angka dalam deret untuk mengetahui secara pasti pola yang digunakan dalam menyusun deret tersebut.

Contoh:
2, 4, 8, 16, 32, ….
Pada deret di atas, semakin ke kanan angka bertambah dua kali lipat dari sebelumnya, sehingga angka yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah 64.

Tes Kraepelin-Pauli
Dalam tes ini, peserta diuji kemampuannya untuk dapat berhitung cepat melalui operasi matematika sederhana. Tes ini terdiri dari angka 1-9 yang disusun secara vertikal. Tugas peserta adalah adalah menjumlahkan angka terdekat pada setiap kolom kemudian menuliskan jawabannya di sela-sela angka yang dijumlahkan. Jika ternyata hasil penjumlahan terdiri dari dua digit, maka yang ditulis cukup digit yang terakhir saja.

Contoh:
5
 7
2
 8
6
 3
7
 8
1
 9
8
 0
2
 6
4

Yang saya kasih warna merah adalah jawabannya.

Berikut ini contoh tes Kraepelin-Pauli dengan ukuran 17 x 17.

Tes Kraepelin-Pauli

Tes ini benar-benar membutuhkan fokus dan konsentrasi. Usahakan jangan sampai di tengah jalan kehilangan fokus dan konsentrasi. Waktu satu detik sangat berharga dalam tes ini.

Tes Wartegg
Jangan salah ya, dalam tes ini para peserta tes bukan diajak untuk makan di warteg, melainkan peserta disuruh menggambar 8 gambar berdasarkan pola-pola yang sudah ada. Ada 8 kotak yang masing-masing memiliki pola berbeda, ada yang berupa titik, garis, kotak kecil, lengkungan, dan lain-lain.

wartegg test

Itulah beberapa jenis soal dalam psikotes. Sebenarnya masih ada beberapa lagi yang tidak disebutkan di sini.

advertisement